Halaman

Jumat, 26 April 2013

Sekelumit rasa...


Bismillah. . .
Kisah ini luar biasa menginspirasi, power inspiration dah. Apalagi buat kamu duhai tentara-tentara Allah,
Kenal Khalid bin walid kan?pasti bakalan jawab, “Iya dong, Ukh”. Padahal beliau udah meniggal lebih dulu sebelum kita kenalan, iy kan?kalo yang ini wajib jawab “Iya”. Okey, langsung aja kita bahas tokoh yang senantiasa menginspirasi ini. Yuuuk, kita simak.
Kisah ini terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra, tepatnya pada saat berkecamuknya perang Yarmuk. Sebuah surat yang ditujukan kepada panglima perang, Khalid bin Walid. Tau gak apa isi suratnya?bayangin coba surat ini berisi tentang pemberhentian dirinya sebagai panglima. Lalu apa yang beliau lakukan? Beliau menunda pengumuman isi surat tersebut. bukan karena tak siap mundur dan kecewa, tetapi untuk menjaga stabilitas pasukannya. Yaaap, agar mereka tidak bertanya-tanya dan kecewa.
Akhirnya, tibalah waktu yang tepat untuk mengumumkannya. Beliau mengumumkan isi surat itu dan berkata, “Aku berperang bukan karena Umar, Aku berperang karena Allah SWT”. Sungguh sempurna bukan ucapan beliau?Tidak sedikitpun menggiring orang pada buruk sangka, ditambah lagi atas pembuktian sikapnya untuk terus berperang sebagai prajurit biasa. Apa yang beliau lakukan ini menjawab semua tanya dan mengembalikan konsentrasi pasukan muslim untuk melanjutkan pertempuran. Jawaban beliau ini bukan diperoleh dari khalifah, tapi iman yang ada di hatinyalah yang mendorong beliau untuk melakukan itu. Yups, kukuhnya iman membawa beliau untuk husnudzan.  Dan tak sedikitpun beliau menuntut atau bahkan sekedar menanyakan hal ini pada Umar. Padahal beliau punya hak, namun sikap husnudzannya, samatussadr alias lapang dadanya, kerendahan hatinya, serta kemampuan berpikir positifnya membuat beliau tetap diam dan tak terpikirka oleh beliau untuk menggugat keputusan khalifah. coba deh kalo kita?hmmmmm?(upsss…). Padahal kita tahu, beliau ini sangat luar biasa bukan? Pedangnya tajam menghunus musuh-musuh Allah, hampir semua pertempuran yang dipimpinnya berakhir dengan kemenangan NYATA. So, apa dong yang mendorong khalifah memberhentikannya? “Sungguh tak ada satu pun orang yang meragukan kemampuanmu di medan perang, Engkau adalah seorang ksatria. Tapi justru karena itulah aku khawatir mereka mengkultuskanmu” jelas Khalifah Umar. Really fantastic right? Kehusnudzan beliau telah menjawab semuanya dengan indah.
# Andai saja, kita bisa seperti Om Khalid bin walid ya? Yahh, Andai saja di dalam hati ini tertanam jiwa pergerakan dengan berlandaskan nurani yang menyala, sebagai akibat iman yang menghidupkannya. Mungkin tidak akan ada aktivis dakwah yang berguguran, tidak akan ada aktifis dakwah yang lari-larian (padahal gak ada yang ngejar), tidak akan ada pula “kekecewaan” yang merundung. Apalagi kata “Sakit Hati” tidak akan pernah ada, bahkan di kamus mereka tidak aka nada kosa kata itu. tak bermaksud aku menyinggung orang lain karena aku pun begitu. Bahkan hampir keseluruhan sikap itu aku kantongi. Iya kan?udah ngaku aja!emang iya juga.heheee. Maafkan aku teman, maaf atas semua sikapku selama ini. Maafkan atas ketidakpahamanku, mungkin pikiranku memahaminya namun hatiku masih secara parsial mencernanya. Aku lebih mengedepankan logikaku untuk terjun di medan ini, bahkan aku dengan bangga mengatakan “Aku disini untuk menepati janji” atau “Aku ada disini untu menemani kamu Ukh”. Malu rasanya sama Dia yang selalu memperhatikan tingkah ini, celakanya lagi keluar kata tak mengenakkan dari bibir ini “Menyesal mengenal ukhuwah, kalo seperti ini jadinya”(entah mau jadi apa kelak di akhirat). Yaaah, emosi mengalahkan semuanya, membuat aku lupa atas keberadaanku disini untuk siapa? Seolah  cinta-Nya, Rahmat-Nya juga Anugerah yang telah Allah hamparkan tak terlihat sedikitpun. Aku pun lupa bahwa Cintaku, Cintamu, Cinta kita bersandar atas nama-Nya. Sekali lagi maafkan aku. Doakan aku agar aku menemukan jawaban dan perbaikan atas sikapku ini. sungguh kutuliskan ini dengan penuh cinta, yang aku usung atas nama Lilllah. Untuk kalian yang telah mengajakku pada kebenaran (insyAllah, amin^^), juga teruntuk sahabatku yang senasib denganku. Semoga Allah kembali memanggil hati kita untuk terus berjuang di medan ini. menepikan egoism serta dapat mengedepankan CINTA kita terhadap-Nya. Apa coba yang udah kita berikan pada-Nya?huhuuu, nothing.(ini jawaban pribadi). Yuuuk, kembali merapat untuk menggarap ladang penuh berkah dan nikmat ini. Kita pernah berada di jalan ini karena Allah. Itu artinya Allah memilih kita untuk menikmati hidayahnya. Mari kita mulai dari sini, dari awal dengan keikhlasan. Ini pun dapat aku tulis atas izin Allah. So kalo antumna menilai apa yang saya tuliskan ini benar berarti datangnya dari Allah. Kalo saltot ya itu dari saya, mungkin hati ini perlu di scanning lagi.^^
*Tidak ada dayaku, Semua terjadi hanya atas kehendak-Nya. (kembali bersenandung dalam dekapan-Nya)

0 komentar:

Posting Komentar

Followers