Bismillah. . .
Kisah ini luar biasa
menginspirasi, power inspiration dah. Apalagi buat kamu duhai tentara-tentara
Allah,
Kenal Khalid bin walid kan?pasti
bakalan jawab, “Iya dong, Ukh”. Padahal beliau udah meniggal lebih dulu sebelum
kita kenalan, iy kan?kalo yang ini wajib jawab “Iya”. Okey, langsung aja kita
bahas tokoh yang senantiasa menginspirasi ini. Yuuuk, kita simak.
Kisah ini terjadi di masa
kekhalifahan Umar bin Khattab ra, tepatnya pada saat berkecamuknya perang
Yarmuk. Sebuah surat yang ditujukan kepada panglima perang, Khalid bin Walid. Tau
gak apa isi suratnya?bayangin coba surat ini berisi tentang pemberhentian
dirinya sebagai panglima. Lalu apa yang beliau lakukan? Beliau menunda
pengumuman isi surat tersebut. bukan karena tak siap mundur dan kecewa, tetapi
untuk menjaga stabilitas pasukannya. Yaaap, agar mereka tidak bertanya-tanya
dan kecewa.
Akhirnya, tibalah waktu yang
tepat untuk mengumumkannya. Beliau mengumumkan isi surat itu dan berkata, “Aku
berperang bukan karena Umar, Aku berperang karena Allah SWT”. Sungguh sempurna
bukan ucapan beliau?Tidak sedikitpun menggiring orang pada buruk sangka, ditambah
lagi atas pembuktian sikapnya untuk terus berperang sebagai prajurit biasa. Apa
yang beliau lakukan ini menjawab semua tanya dan mengembalikan konsentrasi
pasukan muslim untuk melanjutkan pertempuran. Jawaban beliau ini bukan
diperoleh dari khalifah, tapi iman yang ada di hatinyalah yang mendorong beliau
untuk melakukan itu. Yups, kukuhnya iman membawa beliau untuk husnudzan. Dan tak sedikitpun beliau menuntut atau bahkan
sekedar menanyakan hal ini pada Umar. Padahal beliau punya hak, namun sikap
husnudzannya, samatussadr alias lapang dadanya, kerendahan hatinya, serta
kemampuan berpikir positifnya membuat beliau tetap diam dan tak terpikirka oleh
beliau untuk menggugat keputusan khalifah. coba deh kalo kita?hmmmmm?(upsss…). Padahal
kita tahu, beliau ini sangat luar biasa bukan? Pedangnya tajam menghunus
musuh-musuh Allah, hampir semua pertempuran yang dipimpinnya berakhir dengan
kemenangan NYATA. So, apa dong yang mendorong khalifah memberhentikannya? “Sungguh
tak ada satu pun orang yang meragukan kemampuanmu di medan perang, Engkau
adalah seorang ksatria. Tapi justru karena itulah aku khawatir mereka
mengkultuskanmu” jelas Khalifah Umar. Really fantastic right? Kehusnudzan beliau
telah menjawab semuanya dengan indah.
# Andai saja, kita bisa seperti
Om Khalid bin walid ya? Yahh, Andai saja di dalam hati ini tertanam jiwa
pergerakan dengan berlandaskan nurani yang menyala, sebagai akibat iman yang menghidupkannya.
Mungkin tidak akan ada aktivis dakwah yang berguguran, tidak akan ada aktifis
dakwah yang lari-larian (padahal gak ada yang ngejar), tidak akan ada pula “kekecewaan”
yang merundung. Apalagi kata “Sakit Hati” tidak akan pernah ada, bahkan di
kamus mereka tidak aka nada kosa kata itu. tak bermaksud aku menyinggung orang lain
karena aku pun begitu. Bahkan hampir keseluruhan sikap itu aku kantongi. Iya
kan?udah ngaku aja!emang iya juga.heheee. Maafkan aku teman, maaf atas semua
sikapku selama ini. Maafkan atas ketidakpahamanku, mungkin pikiranku
memahaminya namun hatiku masih secara parsial mencernanya. Aku lebih
mengedepankan logikaku untuk terjun di medan ini, bahkan aku dengan bangga
mengatakan “Aku disini untuk menepati janji” atau “Aku ada disini untu menemani
kamu Ukh”. Malu rasanya sama Dia yang selalu memperhatikan tingkah ini,
celakanya lagi keluar kata tak mengenakkan dari bibir ini “Menyesal mengenal
ukhuwah, kalo seperti ini jadinya”(entah mau jadi apa kelak di akhirat). Yaaah,
emosi mengalahkan semuanya, membuat aku lupa atas keberadaanku disini untuk
siapa? Seolah cinta-Nya, Rahmat-Nya juga
Anugerah yang telah Allah hamparkan tak terlihat sedikitpun. Aku pun lupa bahwa
Cintaku, Cintamu, Cinta kita bersandar atas nama-Nya. Sekali lagi maafkan aku. Doakan
aku agar aku menemukan jawaban dan perbaikan atas sikapku ini. sungguh
kutuliskan ini dengan penuh cinta, yang aku usung atas nama Lilllah. Untuk kalian
yang telah mengajakku pada kebenaran (insyAllah, amin^^), juga teruntuk
sahabatku yang senasib denganku. Semoga Allah kembali memanggil hati kita untuk
terus berjuang di medan ini. menepikan egoism serta dapat mengedepankan CINTA
kita terhadap-Nya. Apa coba yang udah kita berikan pada-Nya?huhuuu, nothing.(ini
jawaban pribadi). Yuuuk, kembali merapat untuk menggarap ladang penuh berkah
dan nikmat ini. Kita pernah berada di jalan ini karena Allah. Itu artinya Allah
memilih kita untuk menikmati hidayahnya. Mari kita mulai dari sini, dari awal
dengan keikhlasan. Ini pun dapat aku tulis atas izin Allah. So kalo antumna
menilai apa yang saya tuliskan ini benar berarti datangnya dari Allah. Kalo saltot
ya itu dari saya, mungkin hati ini perlu di scanning lagi.^^
*Tidak
ada dayaku, Semua terjadi hanya atas kehendak-Nya. (kembali bersenandung dalam
dekapan-Nya)

0 komentar:
Posting Komentar