Menjadi Hamba yang
Disayangi Bumi, dan Dirindukan Surga
“AKU
BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH”
Kalimat
pengantar ke pintu gerbang kemuliaan ini begitu ringan dan mudah untuk
dilafalkan. Sebuah kalimat kesaksian yang mengindikasikan sebuah perjanjian,
sumpah, dan ikrar. Juga merefleksikan bahwa kita telah
siap menerima ujian untuk melengkapi syarat kelulusan sebagai seorang mukmin.
Dan saat kita telah melafalkannya, maka sebuah momentum perjuangan akan dimulai.
Karena Allah tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam ketidakpastian, karena islam
merupakan sebuah agama dan system kehidupan universal yang bersifat mutlak
kebenarannya. Oleh sebab itu Dia pahamkan dengan menganugerahkan Ujian berbasis
cinta kepada hambanya. Hal ini tertera dalam firman Allah;
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu
saja setelah mereka mengatakan ‘kami beriman’, padahal mereka belum
diuji?” (Al-Ankabut:2)
Untuk itu, perlulah
kita memahami secara mendalam petunjuk Ilahi yang menuntun pada kebenaran yang
sebenarnya tentang kehidupan di dunia ini, tentang hubungan kita dengan alam
dan makhluk lain, tentang tujuan penciptaan kita, tentang ikrar kita yang telah
menerima eksistensi-Nya, tentang kehendah Rabb yang mengontrol dan mengarahkan
kehidupan kita, serta tentang jalan dan kebenaran arah yang akan membawa kita
kepada keselamatan dan kebahagiaan. Sebab kita telah bersyahadat
yang menyatakan bahwa ibadah kita hanya kepada Allah semata dan meninggalkan
ibadah selain-Nya. Beribadah disini adalah beribadah yang benar menurut Al-Qur'an
dan As-sunnah..
Tentu kita paham bahwasannya ibadah
tidak hanya sekedar ritual dan hubungan spiritual dengan tuhannya, tapi juga melibatkan
sebuah hubungan vertikal yang akan melibatkan hubungan kita dengan makhluk
lainnya juga. Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikan kita seseorang
yang dibutuhkan. Keberadaan kita akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang
lain dan Ketiadaan kita akan menjadikan kerinduan pada orang lain. Jadi kita
harus mengefisiensikan waktu yang kita miliki sehingga menjadikan kita sebagai
seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, karena kelak
akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Dan sebagai seorang muslim kita harus
memiliki Aqidah yang bersih yang menjauhkan kita dari syirik. Hal ini merupakan
identitas utama seorang MUSLIM. Selain itu, seorang MUSLIM harus mempunyai
fisik yang kuat dan tangguh sehingga dapat besungguh sungguh untuk menjadi
panji-panji Allah. Layaknya Amru bin Jumuh yang yang turun di medan perang Uhud
dengan kakinya yang pincang. Jadi jika Kita mengaku MUSLIM maka tidak akan
menutup kepalanya terhadap informasi dan pengetahuan yang ada disekitarnya. Serta
mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Untuk menyempurnakan
status kita sebagai MUSLIM sejati, kita hias diri ini dengan akhlak yang mulia,
sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan
kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Maka, sebagai pemuda islam sudah
seharusnya kita memiliki karakter-karakter tersebut. yang akan menjadikan pilar
utama perubahan hingga islam menjadi tiang penyangga peradaban dunia. Jiwa dan
raga ini milik Allah, jadi sudah sepantasnya kita dedikasikan untuk-Nya. Jika
keraguan itu masih menggelayut di benak kita, segera hancurkan dengan
kalimat-kalimat Allah, karena itu hanya siasat syeitan, ingatlah bahwasannya
islam mengajarkan kita untuk mempersiapkan darah ini tanpa berspekulasi. Jika
rasa sakit menghantam, ingat pedang-pedang yang tertancap pada tubuh para
sahabat jauh lebih sakit. Jangan jadikan momentum perjuangan Rasulullah dan
sahabatnya hanya sekedar menyejarah. Teriakkan pada dunia dengan bangga, “We
are The Real Moslem”. Dan Siapkan diri menjadi hamba yang disayangi bumi, dan
dirindukan syurga…
Allahu Akbar…
Izzil islam wal muslimin
Dan binasalah orang kafir dan
munafik.
Saksikanlah keislamanku.
Saksikanlah keislamanku.
0 komentar:
Posting Komentar