Halaman

Rabu, 24 April 2013

Menjadi Hamba yang Disayangi Bumi, dan Dirindukan Surga
“AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH”
Kalimat  pengantar ke pintu gerbang kemuliaan ini begitu ringan dan mudah untuk dilafalkan. Sebuah kalimat kesaksian yang mengindikasikan sebuah perjanjian, sumpah, dan ikrar. Juga merefleksikan bahwa kita telah siap menerima ujian untuk melengkapi syarat kelulusan sebagai seorang mukmin. Dan saat kita telah melafalkannya, maka sebuah momentum perjuangan akan dimulai. Karena Allah tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam ketidakpastian, karena islam merupakan sebuah agama dan system kehidupan universal yang bersifat mutlak kebenarannya. Oleh sebab itu Dia pahamkan dengan menganugerahkan Ujian berbasis cinta kepada hambanya. Hal ini tertera dalam firman Allah;
 "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mereka mengatakan ‘kami beriman’, padahal mereka b­­­­­­­­­­­­­elum diuji?” (Al-Ankabut:2)
Untuk itu, perlulah kita memahami secara mendalam petunjuk Ilahi yang menuntun pada kebenaran yang sebenarnya tentang kehidupan di dunia ini, tentang hubungan kita dengan alam dan makhluk lain, tentang tujuan penciptaan kita, tentang ikrar kita yang telah menerima eksistensi-Nya, tentang kehendah Rabb yang mengontrol dan mengarahkan kehidupan kita, serta tentang jalan dan kebenaran arah yang akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan. Sebab kita telah bersyahadat yang menyatakan bahwa ibadah kita hanya kepada Allah semata dan meninggalkan ibadah selain-Nya. Beribadah disini adalah beribadah yang benar menurut Al-Qur'an dan As-sunnah..
Tentu kita paham bahwasannya ibadah tidak hanya sekedar ritual dan hubungan spiritual dengan tuhannya, tapi juga melibatkan sebuah hubungan vertikal yang akan melibatkan hubungan kita dengan makhluk lainnya juga. Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikan kita seseorang yang dibutuhkan. Keberadaan kita akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaan kita akan menjadikan kerinduan pada orang lain. Jadi kita harus mengefisiensikan waktu yang kita miliki sehingga menjadikan kita sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, karena kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Dan sebagai seorang muslim kita harus memiliki Aqidah yang bersih yang menjauhkan kita dari syirik. Hal ini merupakan identitas utama seorang MUSLIM. Selain itu, seorang MUSLIM harus mempunyai fisik yang kuat dan tangguh sehingga dapat besungguh sungguh untuk menjadi panji-panji Allah. Layaknya Amru bin Jumuh yang yang turun di medan perang Uhud dengan kakinya yang pincang. Jadi jika Kita mengaku MUSLIM maka tidak akan menutup kepalanya terhadap informasi dan pengetahuan yang ada disekitarnya. Serta mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Untuk menyempurnakan status kita sebagai MUSLIM sejati, kita hias diri ini dengan akhlak yang mulia, sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Maka, sebagai pemuda islam sudah seharusnya kita memiliki karakter-karakter tersebut. yang akan menjadikan pilar utama perubahan hingga islam menjadi tiang penyangga peradaban dunia. Jiwa dan raga ini milik Allah, jadi sudah sepantasnya kita dedikasikan untuk-Nya. Jika keraguan itu masih menggelayut di benak kita, segera hancurkan dengan kalimat-kalimat Allah, karena itu hanya siasat syeitan, ingatlah bahwasannya islam mengajarkan kita untuk mempersiapkan darah ini tanpa berspekulasi. Jika rasa sakit menghantam, ingat pedang-pedang yang tertancap pada tubuh para sahabat jauh lebih sakit. Jangan jadikan momentum perjuangan Rasulullah dan sahabatnya hanya sekedar menyejarah. Teriakkan pada dunia dengan bangga, “We are The Real Moslem”. Dan Siapkan diri menjadi hamba yang disayangi bumi, dan dirindukan syurga…

Allahu Akbar…
Izzil islam wal muslimin
Dan binasalah orang kafir dan munafik.
Saksikanlah keislamanku.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers