Halaman

Selasa, 30 April 2013

My power Sign

Yaaap, akhirnya hari ini aku bisa mencorat coret bogger ini..hhaaaahhhaaa(puas)
Kali ini aku ingin menuliskan salah satu petunjuk alias jejakku yang mampu mendobrak pikiranku dan lightening my eyes!(eits,bukan iklannya gramedia lho.)
Tepatnya tanggal 21 april kemarin, nggak biasanya aku niat banget ikutan seminar, apalagi keesokannya kita ujian. serasa ada yang berbeda hari ini, biasanya paling semangat pergi ke seminar kalau seminar itu berhubungan dengan si "teeet sensor". apalagi ilmu fisika dan astronomi yang berkaitan dengan kitab petunjuk hidup para ummat, beuuuh tak mau ketinggalan.  tapi kali ini sangat berbeda, tau kagak  seminar apaan?Seminar Kemuslimahan, bintang tamunya the power muslimah. mantaaap daah, pokoknya. ni yah, aku absen satu-satu, Mbak oki, Dr Inung, Mbak almeera, the fouder of peduli hijab, dan wanita lain yang tak kalah menginspirasi. Lagi-lagi bukan itu alasanku pergi, kalo biasanya sih gitu tapi kali ini benar-benar berbeda. hati kecil ini sangat yakin untuk pergi kesana, merasa ada salah satu potongan hidupku yang akan Ku temukan nantinya. 
yaaah, ternyata memang benar, satu per satu dari mereka menginspirasiku. secara perlahan dari mereka satu persatu menelusup ke dalam pikiranku. tanpa mencerna lagi  logika ini mutlak menerimanya. "see You on The Top" seru Mbak Oki. "Jadilah muslimah yang berkontribusi" tambah pemateri yang satunya lagi. "Jangan khawatir Jilbab membuat kamu tidak gaul alias cantik, karena kecantikan the real muslimah itu akan memancar dengan sendirinya". hhhhmmm, bukan sudah Sista bikin bulu kuduk merinding. di sesi ke dua pematerinya seorang gadis berumur 22 th-an. Dia adalah Mbak Almeera, seorang motivator muda serta the founder of great muslimah. beliau ini memiliki masa lalu yang cukup suram alias jahiliah sangat. bahkan lebih menantang bila dibandingkan dengan masa lalukuku.namun setelah ada pencerahan luar biasa militansi beiau. beliau memaksimalkan passion yang dimilikinya, dan memanfaatkannya di jalan dakwah ini. Beliau juga menuis buku sekaligus song book berjudul "Great Muslimah". dari beliaulah kuambil sejuta hikmah, bagaimana perjuangan beliau menjemput hidayah itu, kisah beliau yang memperjuangkan hijabnya. menjunjung tinggi jiwa_jiwa islami yang memang sudah sepatutnya dimiliki seorang muslimah. Di tengah kepelikan yang dia hadapi ia tetap memilih memperjuangkan akidahnya. yaaah, aku sedikit tersentil. Dia saja yang baru mengenal jalan dakwah ini dengan total mempersembahkan hidupnya untuk islam. sementara aku?nol besar, padahal aku sudah mengetahuinya sudah 2 tahun yang lalu. masih begini-begini aja. tak satupun hal yang aku lakukan untuk menggiring martabat agama langit ini pada puncak, tempat  yang memang seharusnya ia bertengger. aku tertarik dan lekas membeli buku di stan, dan menunggunya untuk meminta her signature. Kemudian kami bersalaman dan berpelukan. aku bahagia!Hari ini, aku telah menemukan potongan hidupku. kutemukan sebuah semangat baru untuk melanjutkan kiprahku di jalan tak berujung ini. Energi positif ini telah terserap, tanpa mengalami eksitasi sedikitpun. karena energi yang diberikan luar biasa tinggi sebagai akibat datangnya dari Rabb--sang Pemberi. Semoga saja, hari itu dapat ku jadikan momentum perubahan dalam diri ini. menjadi mslimah yang syar'i, berprestasi dan dapat menginspirasi.amiiin.
kaliaaan juga ya, sistaaaa...
"Dont waste Your Time, Icha" (Almeera Febriati)
#hopeless, i can do that.^^

Jumat, 26 April 2013

Sekelumit rasa...


Bismillah. . .
Kisah ini luar biasa menginspirasi, power inspiration dah. Apalagi buat kamu duhai tentara-tentara Allah,
Kenal Khalid bin walid kan?pasti bakalan jawab, “Iya dong, Ukh”. Padahal beliau udah meniggal lebih dulu sebelum kita kenalan, iy kan?kalo yang ini wajib jawab “Iya”. Okey, langsung aja kita bahas tokoh yang senantiasa menginspirasi ini. Yuuuk, kita simak.
Kisah ini terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab ra, tepatnya pada saat berkecamuknya perang Yarmuk. Sebuah surat yang ditujukan kepada panglima perang, Khalid bin Walid. Tau gak apa isi suratnya?bayangin coba surat ini berisi tentang pemberhentian dirinya sebagai panglima. Lalu apa yang beliau lakukan? Beliau menunda pengumuman isi surat tersebut. bukan karena tak siap mundur dan kecewa, tetapi untuk menjaga stabilitas pasukannya. Yaaap, agar mereka tidak bertanya-tanya dan kecewa.
Akhirnya, tibalah waktu yang tepat untuk mengumumkannya. Beliau mengumumkan isi surat itu dan berkata, “Aku berperang bukan karena Umar, Aku berperang karena Allah SWT”. Sungguh sempurna bukan ucapan beliau?Tidak sedikitpun menggiring orang pada buruk sangka, ditambah lagi atas pembuktian sikapnya untuk terus berperang sebagai prajurit biasa. Apa yang beliau lakukan ini menjawab semua tanya dan mengembalikan konsentrasi pasukan muslim untuk melanjutkan pertempuran. Jawaban beliau ini bukan diperoleh dari khalifah, tapi iman yang ada di hatinyalah yang mendorong beliau untuk melakukan itu. Yups, kukuhnya iman membawa beliau untuk husnudzan.  Dan tak sedikitpun beliau menuntut atau bahkan sekedar menanyakan hal ini pada Umar. Padahal beliau punya hak, namun sikap husnudzannya, samatussadr alias lapang dadanya, kerendahan hatinya, serta kemampuan berpikir positifnya membuat beliau tetap diam dan tak terpikirka oleh beliau untuk menggugat keputusan khalifah. coba deh kalo kita?hmmmmm?(upsss…). Padahal kita tahu, beliau ini sangat luar biasa bukan? Pedangnya tajam menghunus musuh-musuh Allah, hampir semua pertempuran yang dipimpinnya berakhir dengan kemenangan NYATA. So, apa dong yang mendorong khalifah memberhentikannya? “Sungguh tak ada satu pun orang yang meragukan kemampuanmu di medan perang, Engkau adalah seorang ksatria. Tapi justru karena itulah aku khawatir mereka mengkultuskanmu” jelas Khalifah Umar. Really fantastic right? Kehusnudzan beliau telah menjawab semuanya dengan indah.
# Andai saja, kita bisa seperti Om Khalid bin walid ya? Yahh, Andai saja di dalam hati ini tertanam jiwa pergerakan dengan berlandaskan nurani yang menyala, sebagai akibat iman yang menghidupkannya. Mungkin tidak akan ada aktivis dakwah yang berguguran, tidak akan ada aktifis dakwah yang lari-larian (padahal gak ada yang ngejar), tidak akan ada pula “kekecewaan” yang merundung. Apalagi kata “Sakit Hati” tidak akan pernah ada, bahkan di kamus mereka tidak aka nada kosa kata itu. tak bermaksud aku menyinggung orang lain karena aku pun begitu. Bahkan hampir keseluruhan sikap itu aku kantongi. Iya kan?udah ngaku aja!emang iya juga.heheee. Maafkan aku teman, maaf atas semua sikapku selama ini. Maafkan atas ketidakpahamanku, mungkin pikiranku memahaminya namun hatiku masih secara parsial mencernanya. Aku lebih mengedepankan logikaku untuk terjun di medan ini, bahkan aku dengan bangga mengatakan “Aku disini untuk menepati janji” atau “Aku ada disini untu menemani kamu Ukh”. Malu rasanya sama Dia yang selalu memperhatikan tingkah ini, celakanya lagi keluar kata tak mengenakkan dari bibir ini “Menyesal mengenal ukhuwah, kalo seperti ini jadinya”(entah mau jadi apa kelak di akhirat). Yaaah, emosi mengalahkan semuanya, membuat aku lupa atas keberadaanku disini untuk siapa? Seolah  cinta-Nya, Rahmat-Nya juga Anugerah yang telah Allah hamparkan tak terlihat sedikitpun. Aku pun lupa bahwa Cintaku, Cintamu, Cinta kita bersandar atas nama-Nya. Sekali lagi maafkan aku. Doakan aku agar aku menemukan jawaban dan perbaikan atas sikapku ini. sungguh kutuliskan ini dengan penuh cinta, yang aku usung atas nama Lilllah. Untuk kalian yang telah mengajakku pada kebenaran (insyAllah, amin^^), juga teruntuk sahabatku yang senasib denganku. Semoga Allah kembali memanggil hati kita untuk terus berjuang di medan ini. menepikan egoism serta dapat mengedepankan CINTA kita terhadap-Nya. Apa coba yang udah kita berikan pada-Nya?huhuuu, nothing.(ini jawaban pribadi). Yuuuk, kembali merapat untuk menggarap ladang penuh berkah dan nikmat ini. Kita pernah berada di jalan ini karena Allah. Itu artinya Allah memilih kita untuk menikmati hidayahnya. Mari kita mulai dari sini, dari awal dengan keikhlasan. Ini pun dapat aku tulis atas izin Allah. So kalo antumna menilai apa yang saya tuliskan ini benar berarti datangnya dari Allah. Kalo saltot ya itu dari saya, mungkin hati ini perlu di scanning lagi.^^
*Tidak ada dayaku, Semua terjadi hanya atas kehendak-Nya. (kembali bersenandung dalam dekapan-Nya)

Hati menjadi tenang dengan mengingat ALLAH.


Tak sengaja semalam aku baca majalah yang kemarin ku dapat dari seminar kemuslimahan yang aku ikuti. Entah apa yang ada di pikiranku kali ini, tiba-tiba saja malas belajar dan kembali memikirkan kerunyaman permasalahan yang kuhadapi, berada dalam lingkaran kegelisahan yang tak dapat berujung pada satu pilihan. Kubuka satu persatu, tak ada yang menarik ternyata. Kembali kuletakkan di atas tumpukan buku, tapi hatiku bergumam “Eh, buka lagi aja deh”. Ya udah asal kubuka aja, eh ternyata halaman yang aku buka ini tentang perjuangan islam. “Aisssh males beud baca kayak beginian lagi. Aku kan udah Vacuum of power alias hengkang dari dunia dakwah ini” gerutuku. Aku tutup kembali dan beranjak meletakkan majalah ini, Upss, hatiku kembali bergeming “ Icha, jangan itu sama halnya kamu menolak islam, itu sama halnya kamu menolak hidayah-Nya”. “Ah iya ya?”, “iiih gak mau, panas ya Allah”. Kemudian Aku diam dan berpikir, ku otak atik dengan logikaku. Yaaa, memang masuk akal juga sih, mana tahu bisa ku temukan jawaban ats kegamanganku selama ini yang pada kenyataanya memang berhubungan. Nah loooh, mau gimana lagi coba kalo udah begini?paasraaah untuk kembali meikhlaskan jiwa ini untuk berjuang di jalan ini. Hikssss. Loh kok?Alhamdulillah harusnya!daaahgg syetan, kayaknya ente gagal men-DF aku.Hhiii^^

Rabu, 24 April 2013

Menjadi Hamba yang Disayangi Bumi, dan Dirindukan Surga
“AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH”
Kalimat  pengantar ke pintu gerbang kemuliaan ini begitu ringan dan mudah untuk dilafalkan. Sebuah kalimat kesaksian yang mengindikasikan sebuah perjanjian, sumpah, dan ikrar. Juga merefleksikan bahwa kita telah siap menerima ujian untuk melengkapi syarat kelulusan sebagai seorang mukmin. Dan saat kita telah melafalkannya, maka sebuah momentum perjuangan akan dimulai. Karena Allah tidak akan membiarkan kita tenggelam dalam ketidakpastian, karena islam merupakan sebuah agama dan system kehidupan universal yang bersifat mutlak kebenarannya. Oleh sebab itu Dia pahamkan dengan menganugerahkan Ujian berbasis cinta kepada hambanya. Hal ini tertera dalam firman Allah;
 "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mereka mengatakan ‘kami beriman’, padahal mereka b­­­­­­­­­­­­­elum diuji?” (Al-Ankabut:2)
Untuk itu, perlulah kita memahami secara mendalam petunjuk Ilahi yang menuntun pada kebenaran yang sebenarnya tentang kehidupan di dunia ini, tentang hubungan kita dengan alam dan makhluk lain, tentang tujuan penciptaan kita, tentang ikrar kita yang telah menerima eksistensi-Nya, tentang kehendah Rabb yang mengontrol dan mengarahkan kehidupan kita, serta tentang jalan dan kebenaran arah yang akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan. Sebab kita telah bersyahadat yang menyatakan bahwa ibadah kita hanya kepada Allah semata dan meninggalkan ibadah selain-Nya. Beribadah disini adalah beribadah yang benar menurut Al-Qur'an dan As-sunnah..
Tentu kita paham bahwasannya ibadah tidak hanya sekedar ritual dan hubungan spiritual dengan tuhannya, tapi juga melibatkan sebuah hubungan vertikal yang akan melibatkan hubungan kita dengan makhluk lainnya juga. Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikan kita seseorang yang dibutuhkan. Keberadaan kita akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaan kita akan menjadikan kerinduan pada orang lain. Jadi kita harus mengefisiensikan waktu yang kita miliki sehingga menjadikan kita sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, karena kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Dan sebagai seorang muslim kita harus memiliki Aqidah yang bersih yang menjauhkan kita dari syirik. Hal ini merupakan identitas utama seorang MUSLIM. Selain itu, seorang MUSLIM harus mempunyai fisik yang kuat dan tangguh sehingga dapat besungguh sungguh untuk menjadi panji-panji Allah. Layaknya Amru bin Jumuh yang yang turun di medan perang Uhud dengan kakinya yang pincang. Jadi jika Kita mengaku MUSLIM maka tidak akan menutup kepalanya terhadap informasi dan pengetahuan yang ada disekitarnya. Serta mandiri dan tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Untuk menyempurnakan status kita sebagai MUSLIM sejati, kita hias diri ini dengan akhlak yang mulia, sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Maka, sebagai pemuda islam sudah seharusnya kita memiliki karakter-karakter tersebut. yang akan menjadikan pilar utama perubahan hingga islam menjadi tiang penyangga peradaban dunia. Jiwa dan raga ini milik Allah, jadi sudah sepantasnya kita dedikasikan untuk-Nya. Jika keraguan itu masih menggelayut di benak kita, segera hancurkan dengan kalimat-kalimat Allah, karena itu hanya siasat syeitan, ingatlah bahwasannya islam mengajarkan kita untuk mempersiapkan darah ini tanpa berspekulasi. Jika rasa sakit menghantam, ingat pedang-pedang yang tertancap pada tubuh para sahabat jauh lebih sakit. Jangan jadikan momentum perjuangan Rasulullah dan sahabatnya hanya sekedar menyejarah. Teriakkan pada dunia dengan bangga, “We are The Real Moslem”. Dan Siapkan diri menjadi hamba yang disayangi bumi, dan dirindukan syurga…

Allahu Akbar…
Izzil islam wal muslimin
Dan binasalah orang kafir dan munafik.
Saksikanlah keislamanku.

Followers