Halaman

Kamis, 09 Oktober 2014

Meraba Masa Depan

Pernah kah kamu merasakan gelisah?
tentu saja iya, bagaimana mungkin kita bisa mengerti arti hidup tanpa mengenal arti kegelisahan.
Aku termasuk orang yang sangat sering gelisah, tapi bukan galauers ye...
setiap ada masalah, menghadapi ujian, melihat teman yang sedang kesusahan aku selalu gelisah.
hingga berhari-hari aku akan memikirkannya.  bukan perkara tak bertawakal dan qonaah kepada-Nya. Namun yang aku gelisahkan tak lain adlah frekuensi kebermanfaatanku dalam setiap detik waktu yang kumiliki dalam setiap peristiwa di dunia ini. aku takut waktu ku hilang perlahan tanpa bekas, layaknya momentum yang tak dapat menghasilkan sebuah bunyi.
Terkadang kegelisahanku disebabkan oleh kekalahanku dalam permainan kehidupan.
Tapi kegelisahan yang ini beda, benar-benar beda.
kegelisahan ini berkaitan dengan setitik berkas cahaya di depan mata, namun iya tak jelas bahkan tak dapat didefenisikan dengan abstrak. usut punya usut, ternyata aku sedang meraba masa depan.....
sebuah kegelisahan tentang masa depan. Sebuah masa yang sedari kecil aku tuju. sebuah masa dimana awal kehidupan di jalani dengan penuh kedewasaan

Di tiap detik dalam hari2 terakhirku meninggalkan kota hujan ini aku merasakan sebuah kegelisahan besar. rasa resah akan masa depanku yang akan kulanjutkan di Pamekasan. Mau jadi apakah aku?Mampukah aku?Mendukungkah keluargaku?.
hanya waktu yang bisa menjawabnya. aku tak mampu menjawabnya, ingin kujawab dengan optimis dan penuh keyakinan namun aku khawatir itu hanya akan menjadi sebuah jiwa yang menggebu tanpa kepastian di ujung ceritanya. Namun bukan berarti aku ingin menjawab dengan rasa pesimis, karena itu akan membuat hidupku semakin tak bergairah, akan membuat hariku seperti mayat yang menunggu sangkakala malaikat israfil ditiup.
saat ini akau hanya bisa berdoa dan berharap agar Allah tetap menempatkan diri ini dalam kebaikan. kebaikan di jalan-Nya.
sungguh masa depan itu memag tak dapat dilihat tapi ia bercahaya. Tentu cahayanya beragam sesuai dengan kepercayaan kita terhdap janji dan kepastian -Nya.

0 komentar:

Posting Komentar

Followers