Wajah Sistem Pendidikan di
Indonesia
Setiap tahun, negeri yang telah
merdeka di tahun 1945 ini, selalu berkutat dengan masalah pendidikan. Dari
tahun ke tahun selalu ada program kerja pemerintah yang bertujuan untuk
memajukan pendidikan Indonesia. Namun pada kenyataannya, kualitas pendidikan
Indonesia terus menurun. Berdasarkan Berdasarkan artikel yang diterbitkan website
BBC, Sistem
pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia
menurut tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson.
Ranking ini jmemadukan hasil tes internasional dan data seperti tingkat
kelulusan antara 2006 dan 2010. Indonesia berada di posisi terbawah bersama
Meksiko dan Brasil. Sementara negara tetangga seperti Malaysia, singapura terus
peringkatnya melaju naik. Padahal, dulu negara tetangga mengirimkan anak
bangsanya untuk mengenyam pendidikan di Indonesia. Apa sebenarnya yang terjadi
pada sistem pendidikan bangsa kita ini?
Berulang kali telah melakukan
perubahan sistem pendidikan yang diikuti perubahan kurikulum, mulai dari tahun
1945 hingga saat ini telah mengalami hampir 9 kali mengalami perubahan. Hal ini
mengindikasikan ketidak konsistenan perangkat pendidikan untuk meningkatkan
kualitas bangsa ini. Sebenarnya kemana system pendidikan kita ini akan
berkiblat. Mencoba kurikulum yang satu ke yang lainnya, dengan mengacu pada
sistem pendidikan yang diterapkan negeri lain, dengan sebuah paradigma kalau
bukan dari luar negeri kita tidak menganggapnya baik. Mungkin mereka lupa, bahwasannya budaya
negeri ini berbeda dengan negara lain, yang tentunya akan menyebabkan karakter
bangsanya pun akan berbeda. hal inilah yang menyebabkan sistem pendidikan di
negeri ini tak memiliki arah. Hingga akhirnya bangsa ini tidak memiliki
karakter, ciri, budaya, dan cara sendiri yang akan lebih tepat dan sesuai untuk
membenahi sistem pendidikan di negara kita.
Ditambah lagi, liberalisasi dan
privatisasi pendidikan yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini, yang merefleksikan lepas
tangan pemerintah terhadap pendidikan. Jelas semua ini tidak sesuai dengan kontitusi
yang mengamanahkan negara untuk mencerdaskan bangsa. Belum lagi, hadirnya RUU
pendidikan di tahun ini. memperlakukan anak bangsa sesuka hati mereka.
menjadikan tunas-tunas bangsa sebagai kelinci percobaan atas eksperimen yang
menurut mereka benar. Melakukan pembenahan dengan dalih meningkatkan kualitas
bangsa, yang pada ujungnya menggerogoti kekayaan bangsa. Ini merupakan
pembodohan tersistematis, yang secara perlahan akan mengikis karakter bangsa dan
membobrokkan pendidikan. Parahnya lagi, 2 tahun kedepan akan diberlakukan Asean
Community, dimana kita tidak hanya bersaing dengan orang Indonesia
saja, tetapi juga dengan 11 negara anggota Asean, kita boleh mendapatkan pekerjaan
di 10 negara
selain Indonesia,
sebaliknya mereka juga boleh dan leluasa akan mendapatkan pekerjaan di
negara kita. Sudah bisa dipastikan dengan kualitas pendidikan bangsa yang
seperti ini kita hanya membukakan lahan baru untuk bangsa lain.
Beginilah
kondisi pendidikan di negara ini, sungguh sangat ironis Seolah perjuangan Ki Hajar Dewantara tak ada
artinya. Duka yang mendalam untuk Hardiknas di tahun ini. Melepas kepergian sang
pahlawan serta atas bobbroknya kondisi pendidikan di negeri ini.
21_1992_AKA

0 komentar:
Posting Komentar