Halaman

Rabu, 01 Mei 2013

create on thirty minutes...#gajebo jadinya^^

Wajah Sistem Pendidikan di Indonesia
Setiap tahun, negeri yang telah merdeka di tahun 1945 ini, selalu berkutat dengan masalah pendidikan. Dari tahun ke tahun selalu ada program kerja pemerintah yang bertujuan untuk memajukan pendidikan Indonesia. Namun pada kenyataannya, kualitas pendidikan Indonesia terus menurun. Berdasarkan Berdasarkan artikel yang diterbitkan website BBC, Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia menurut tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson. Ranking ini jmemadukan hasil tes internasional dan data seperti tingkat kelulusan antara 2006 dan 2010. Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Sementara negara tetangga seperti Malaysia, singapura terus peringkatnya melaju naik. Padahal, dulu negara tetangga mengirimkan anak bangsanya untuk mengenyam pendidikan di Indonesia. Apa sebenarnya yang terjadi pada sistem pendidikan bangsa kita ini?
Berulang kali telah melakukan perubahan sistem pendidikan yang diikuti perubahan kurikulum, mulai dari tahun 1945 hingga saat ini telah mengalami hampir 9 kali mengalami perubahan. Hal ini mengindikasikan ketidak konsistenan perangkat pendidikan untuk meningkatkan kualitas bangsa ini. Sebenarnya kemana system pendidikan kita ini akan berkiblat. Mencoba kurikulum yang satu ke yang lainnya, dengan mengacu pada sistem pendidikan yang diterapkan negeri lain, dengan sebuah paradigma kalau bukan dari luar negeri kita tidak menganggapnya baik.  Mungkin mereka lupa, bahwasannya budaya negeri ini berbeda dengan negara lain, yang tentunya akan menyebabkan karakter bangsanya pun akan berbeda. hal inilah yang menyebabkan sistem pendidikan di negeri ini tak memiliki arah. Hingga akhirnya bangsa ini tidak memiliki karakter, ciri, budaya, dan cara sendiri yang akan lebih tepat dan sesuai untuk membenahi sistem pendidikan di negara kita.
Ditambah lagi, liberalisasi dan privatisasi pendidikan yang dilakukan pemerintah  akhir-akhir ini, yang merefleksikan lepas tangan pemerintah terhadap pendidikan. Jelas semua ini tidak sesuai dengan kontitusi yang mengamanahkan negara untuk mencerdaskan bangsa. Belum lagi, hadirnya RUU pendidikan di tahun ini. memperlakukan anak bangsa sesuka hati mereka. menjadikan tunas-tunas bangsa sebagai kelinci percobaan atas eksperimen yang menurut mereka benar. Melakukan pembenahan dengan dalih meningkatkan kualitas bangsa, yang pada ujungnya menggerogoti kekayaan bangsa. Ini merupakan pembodohan tersistematis, yang secara perlahan akan mengikis karakter bangsa dan membobrokkan pendidikan. Parahnya lagi, 2 tahun kedepan akan diberlakukan Asean Community, dimana kita tidak hanya bersaing dengan orang Indonesia saja, tetapi juga dengan 11 negara anggota Asean, kita boleh mendapatkan pekerjaan di 10 negara selain Indonesia, sebaliknya mereka juga boleh dan leluasa akan mendapatkan pekerjaan di negara kita. Sudah bisa dipastikan dengan kualitas pendidikan bangsa yang seperti ini kita hanya membukakan lahan baru untuk bangsa lain.
Beginilah kondisi pendidikan di negara ini, sungguh sangat ironis  Seolah perjuangan Ki Hajar Dewantara tak ada artinya. Duka yang mendalam untuk Hardiknas di tahun ini. Melepas kepergian sang pahlawan serta atas bobbroknya kondisi pendidikan di negeri ini.
                                                                                                                                    21_1992_AKA

0 komentar:

Posting Komentar

Followers